Setelah memahami bahwa stres berkepanjangan adalah musuh bagi kesehatan jantung dan mental wanita, pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana cara kita beristirahat?
Bagi banyak wanita, kata “relaksasi” sering terdengar seperti kemewahan yang mahal atau membuang-buang waktu. Padahal, relaksasi adalah kebutuhan biologis. Tubuh dan pikiran perlu tombol “jeda” agar tidak mengalami burnout. Kabar baiknya, meraih ketenangan tidak selalu membutuhkan liburan panjang atau biaya spa yang mahal.
Berikut adalah tips relaksasi praktis yang bisa Anda selipkan di sela-sela rutinitas harian:
Teknik Pernapasan 4-7-8 (Pertolongan Pertama Saat Stres)
Ini adalah teknik paling sederhana yang bisa dilakukan di mana saja—di meja kerja, saat terjebak macet, atau sebelum tidur. Teknik ini bekerja dengan menenangkan sistem saraf parasimpatis.
- Caranya: Tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 hitungan. Tahan napas selama 7 hitungan. Hembuskan napas perlahan dan kuat melalui mulut (seperti meniup lilin) selama 8 hitungan. Ulangi siklus ini 4 kali.
Micro-Break Tanpa Gadget
Seringkali saat kita punya waktu luang 5 menit, refleks kita adalah membuka media sosial. Padahal, informasi yang berlebihan (information overload) justru menambah beban otak.
- Caranya: Gunakan waktu jeda 5-10 menit untuk benar-benar “offline”. Lihatlah ke luar jendela, perhatikan tanaman, atau sekadar memejamkan mata. Biarkan otak Anda beristirahat dari stimulasi visual layar.
Ritual Mandi Air Hangat
Air hangat memiliki efek terapeutik untuk melemaskan otot yang tegang dan menurunkan kecemasan. Jadikan mandi bukan sekadar rutinitas membersihkan diri, tapi ritual melepas lelah.
- Caranya: Tambahkan beberapa tetes minyak esensial lavender atau garam epsom ke dalam air mandi Anda. Fokuskan pikiran pada sensasi hangat air yang menyentuh kulit, bukan pada daftar pekerjaan esok hari.
Journaling atau Menulis Jurnal Syukur
Wanita sering memendam banyak pikiran (“mental load”). Menuliskannya adalah cara efektif untuk “memindahkan” beban dari kepala ke atas kertas.
- Caranya: Sebelum tidur, luangkan waktu 5 menit untuk menuliskan 3 hal yang Anda syukuri hari ini, sekecil apa pun itu (misalnya: kopi yang enak, anak yang tidur cepat, cuaca cerah). Ini melatih otak untuk fokus pada hal positif.
Gerakan Stretching Sederhana
Stres sering tersimpan secara fisik di bahu, leher, dan punggung. Peregangan ringan membantu melancarkan aliran darah dan mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh aman dan rileks.
- Caranya: Lakukan pose “Child’s Pose” (posisi sujud dengan tangan lurus ke depan) selama 1 menit, atau putar leher dan bahu secara perlahan saat duduk di kursi kerja.
Tetapkan Batasan (The Art of Saying No)
Ini mungkin tips relaksasi yang paling sulit namun paling penting. Ketenangan sering kali hilang karena kita terlalu banyak mengiyakan permintaan orang lain hingga mengorbankan diri sendiri.
- Caranya: Mulailah berlatih berkata “tidak” atau “nanti dulu” untuk hal-hal yang bukan prioritas atau yang menguras energi Anda secara berlebihan. Melindungi waktu istirahat Anda adalah bentuk self-respect.
Relaksasi adalah Disiplin, Bukan Hadiah
Ingatlah, Anda tidak perlu menunggu sampai “semua pekerjaan selesai” untuk beristirahat, karena pekerjaan rumah tangga dan kantor tidak akan pernah benar-benar habis. Jadikan relaksasi sebagai bagian dari jadwal harian Anda, sama pentingnya dengan jadwal makan atau rapat.
Dengan pikiran yang tenang, Anda justru akan menjadi ibu, istri, dan pekerja yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih bahagia.


